Harga Saham Gabungan Imlek 16 Februari 2018

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini, jelang Libur Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52 poin dibandingkan pada sepekan sebelumnya.

Kenaikan IHSG ini juga diikuti dengan kenaikan nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 1,22% menjadi Rp7.332,41 triliun dari Rp7.235,83 triliun pada pekan lalu.

Meski demikian, rata-rata nilai transaksi harian IHSG di sepanjang pekan ini mengalami perubahan 33,53% menjadi Rp6,31 triliun dari Rp9,5 triliun pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian IHSG pada periode 12-15 Februari 2018 berubah 28,98% menjadi 10,37 miliar unit saham dari 14,61 miliar unit saham di periode 5-9 Februari 2018.

Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian IHSG selama sepekan terakhir mengalami perubahan 19,57% menjadi 301,33 ribu kali transaksi dari 374,67 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih pada pekan ini dengan nilai Rp1,58 triliun sehingga di sepanjang tahun ini investor asing telah mencatatkan total nilai jual bersih Rp6,89 triliun.

Perdagangan pekan ini juga diramaikan dengan pencatatan perdana saham oleh PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk pada Jumat (15/2/2018). Emiten dengan kode ticker BOSS ini menjadi Perusahaan Tercatat yang kedua yang sahamnya dicatatkan di tahun ini dan Perusahaaan Tercatat yang ke-568 di BEI. Satu obligasi pertama di 2018 yang dicatatkan di BEI pada pekan ini yakni Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank III Tahap VI Tahun 2018 yang diterbitkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan nilai emisi Rp2,46 triliun.

Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 345 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp385,07 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 114 emiten. Sebanyak 92 seri Surat Berharga Negara (SBN) telah tercatat di BEI dengan nilai nominal Rp2.106,42 triliun dan USD200 juta, dan sebanyak 10 emisi Efek Beragun Aset telah dicatatkan dengan nilai Rp8,27 triliun.

Pada hari Rabu (14/2/2018) seremonial perdagangan BEI dibuka oleh Chief Executive Officer BDO Indonesia Thano Tanubrata yang dilanjutkan dengan Seminar Go Public dengan pembicara Kepala Divisi Pengembangan Calon Emiten BEI Umi Kulsum, Head of Valuation BDO Indonesia Panca Arief Jatmika, Head of Tax BDO Indonesia Irwan Kusumanto, dan Direktur Tower Bersama Grup Helmy Yusman Santoso yang membagi kisah sukses Pencatatan Saham Perdana.

Sementara itu, BEI kembali melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi ke berbagai daerah demi meningkatkan literasi pasar modal masyarakat Indonesia. Seperti dengan meresmikan pendirian dua Galeri Investasi, yakni Galeri Investasi di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya bersama dengan Reliance Sekuritas dan Universitas Siliwangi pada Senin, 12 Februari 2018. Galeri Investasi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya ini merupakan Galeri Investasi pertama yang didirikan di pasar tradisional.

Galeri Investasi kedua yang diresmikan pendiriannya oleh BEI pada tahun ini adalah Galeri Investasi BEI di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Petra Bitung – Manado yang bekerja sama dengan Phintraco Sekuritas pada Selasa, 13 Februari 2018. Saat ini BEI telah memiliki 334 Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *